Saturday, September 21, 2019

GURU ABAD 21


GURU ABAD 21

MANUSIA SEBAGAI GURU KEHIDUPAN
Manusia merupakan guru bagi dirinya sendiri, adakalanya manusia tersebut tidak menyadari mungkin karena kurang peduli atau bahkan tidak mau tahu, yang penting tahu walaupun tidak tahu dan tidak ingin mau tahu. Hal yang rumit untuk memahami filsafat bahasa yang kadang-kadang nyeleneh. Dengan demikian kita pun harus belajar untuk memahami supaya kita akan menjadi bijak. Orang yang bijak merupakan guru dalam peradaban. Peradaban yang membawa kepada pembaharuan yang luar biasa akan perkembangan nalar dalam bertindak untuk mengambil keputusan, serta bertingkah laku yang baik secara norma yang berlaku di masyarakat, dan juga berbudaya dalam menciptakan suatu karya yang dapat diterima secara menyeluruh. Sehingga terciptanya harmoni kehidupan yang selaras serta berdampak bagi kemajuan peradaban manusia.
Kemajuan peradaban manusia dapat dibuktikan dengan adanya perubahan tiap tahun dalam setiap bidang, terutama dalam bidang pendidikan. Dengan berkembangnya pengetahuan, serta teknologi seakan menuntut tiap makhluk hidup untuk tetap dalam lajur yang baik, maka tidak akan tertinggal akan kemajuan jaman seiring perubahan waktu yang terus berlari mencari jati diri. Namun apabila tertinggal berusaha untuk mencari informasi maupun sumber yang dapat dipercaya dengan banyak bertanya serta meluangkan waktu untuk membaca. Bukan hanya itu saja, guru yang memiliki berbagai macam pengalaman maupun berbagai macam arang melingtang yang telah dihadapinya, memiliki istilah yang paling terkenal adalah pengalaman merupakan guru yang terbaik.
Setiap manusia memiliki pengalaman yang sangat luar biasa sebagai guru dalam kehidupan nyata dan tentu saja pengalaman yang berbeda-beda dengan waktu yang berbeda, tempat yang berbeda, lingkungan yang berbeda, orang yang berbeda. Dengan perbedaan kejadian maka penyelesaiaan pun yang sangat berbeda. Ada yang sulit ada pula yang sedang bahkan ada pula yang mudah untuk ditangani atau diatasi berdasarkan analisa secara pribadi. Penyelesaiannya pun ada yang tergantung terus menerus secara luntang lantang tanpa ada penyelesaian, adapula yang butuh pengulangan bahkan tanpa perlu adanya pertimbangan langsung kepada duduk perkara penyelesaian. Konon penyelesaian masalah akan memiliki ungkapan yang sering terucap menang atau kalah, terbaik atau menjadi pecundang dalam hidup.
Kejadian maupun peristiwa menang atau kalah merupakan bukti bahwa orang tersebut telah mengalami asam garamnya kehidupan. Dengan demikian mereka tertempa/ terbentuknya karakter yang kuat dalam menghadapi masalah serta tantangan dalam kehidupan. Karakter yang sangat mendasar yakni tidak pernah putus asa dalam menghadapi masalah yang dapat diselesaikan dengan pikiran yang dingin serta tetap bertahan sampai titik darah penghabisan atau sampai akhir hayat walaupun hati tetap panas membara. Tidak semuanya memiliki karakter tersebut. Kadang kala ada yang memiliki karakter yang condong berfikir menghadapi hidup seperti air mengalir sampai kehulu yang artinya pasrah dalam kehidupan. Pemikiran dengan gaya tersebut merupakan orang yang pasrah dalam bertindak bahkan bingung menghadapi kehidupan tanpa memiliki perencanaan yang mungkin saja keberhasilannya cukup kecil atau bahkan gagal yang berakibat fatal yakni apapun yang terjadi terjadilah tanpa memiliki solusi atau jalan keluar dalam pengambilan keputusan.
Kita dapat menyadari bahwa setiap perkara yang terjadi baik yang dibuat sendiri dengan kata lain cari penyakit, maupun perkara yang diakibatkan dari pihak ketiga, harus memiliki penyelesaian yang kedua belah pihak merasa diuntungkan. Memang sangat sulit untuk mengambil keputusan namun harus disadari bahwa penyelesaian yang cepat akurat dan tepat pada sasaran membutuhkan proses yang berlangsung setiap harinya yang akan berdampak kecerdasan dalam bertindak.

GURU YANG DITIRU DAN DIGUGU
Istilah guru selalu digaungkan, dielukkan, disanjung adakalanya dicemoh. Ketika guru mengalami hal yang dapat menjadi suri teladan bagi lingkungannya maka guru pun mendapat julukan guru yang peduli dengan lingkungan serta masyarakat luas, tidak hanya itu saja kesan yang diberikan pun sebagai nilai tambah dalam bersosialisasi dengan peserta didik maupun lingkungan sekitarnya yang akan merasa nyaman ketika berbagi cerita dan permasalahan yang dihadapi siswa menjadi dekat dan mau membuka hatinya serta dapat menerima saran maupun kritik yang akan disampaikan. Maka guru tersebut selalu akan mendapat pujian serta sanjungan yang cukup menyenangkan hati guru, dengan kategori guru yang baik yang memberikan nilai agak royal tidak pelit, guru yang peduli, guru favorite, guru yang mengerti anak zaman now. Adakalanya gaya guru atau sikap guru yang demikian dapat dipermainkan atau dikadalin atau kategori guru yang dapat dikerjain dengan istilah kasar dapat dibodohi oleh siswa namun terjadi pembiaran dari guru tersebut sehingga tidak ada tindakan tegas. Dengan demikian apakah hal itu merupakan kategori sosok yang baik?. Baik bagi siswa namun tidak baik bagi perkembangan sikap yang berakibat memiliki karakter yang lemah dan pasrah, serta menumbuhkan rasa ego yang makin kuat.
Lain halnya dengan gaya guru yang tegas, disiplin, dan sering menegor apabila siswa tidak patuh dalam peraturan sekolah  kadangkala memiliki julukan guru yang killer atau bahkan guru yang menyeramkan yang membuat anak takut untuk belajar, tidak nyaman, tidak menyenangkan, tidak asik, padahal gaya guru yang seperti itu merupakan guru yang tidak termasuk hitungan yang disukai walaupun cara mengajar serta penyampaian guru yang amat sangat mudah dimengerti, namun karena tidak suka menjadi sulit untuk dipahami. Dan ini merupakan suatu masalah yang dibuat sendiri dari siswa dalam dirinya bukan orang lain sehingga kita sebagai guru atau orang yang lebih dewasa harus dapat memahaminya. Dengan keadaan yang demikian sering guru mendapatkan cemohan. Ternyata guru itu pun juga masih manusia yang memiliki kesalahan serta kekhilafan dalam berbuat dan bertindak yang berakibat fatal sehingga sering mendapat hujatan serta cemoh dari lingkungan. Kita jangan cepat langsung memberikan label atau pun kesan yang tidak menyenangkan karena guru memiliki keluarga dengan berbagai macam permasalahan dari masalah tidak memiliki rumah sendiri, suami yang tidak peduli, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun merupakan masalah yang amat sangat mendasar. Apapun masalahnya, dengan berbagai macam latar belakang guru tetap dapat memperbaiki diri menjadi lebih baik.

GURU PENGGERAK
Guru pun dituntut menjadi penggerak motivasi siswa dalam mengukir masa depannya. Dengan demikian guru memberikan konsep pemikiran serta penalaran yang akan disampaikan kepada peserta didik, baik di dalam ruang kelas maupun pada saat upacara. Tidak hanya itu saja melainkan guru pun harus kreatif dalam menyajikan materi yang dapat dengan mudah diserap serta di aplikasikan dalam kehidupan para peserta didik yang masih condong asik dalam bermain dengan menggunakan hp sebagai media permainan atau asik dengan dunianya sendiri. Dengan demikian guru merasa tersaingi dengan kemajuan teknologi tersebut. Oleh sebab itu guru pun memiliki strategi untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa dengan bersahabat ataupun  memampukan diri dalam mempergunakan hp sebagai media pembelajaran yang tentu saja sangat menarik dan menyenangkan, antara lain dengan Kahoot sebagai kuis yang menambah ilmu dalam permainan, dengan hp pula dapat mencari hal yang baru sehingga penggunaan pencarian materi yang cepat dengan menggunakan teknologi sebagai alat bukan menjadi musuh dalam selimut.
Guru pun harus memiliki inovasi dalam mengajar yang tentu saja bersaing dengan kemajuan zaman dan teknologi dalam meningkatkan pengetahuan serta mendalami pengalaman dalam mendidik anak-anak generasi penerus bangsa. Inovasi yang dilakukan dengan memperbaiki diri dalam mengajar maupun sistem atau metode dalam pengajaran yang secara konteksual menjadi pengajaran yang ter up to date dengan menggunakan alat teknologi yang mendukung kegiatan dalam belajar mengajar.
Guru identik dengan seorang pendidik, yang memiliki wawasan yang luas, bahkan mengetahui segala sesuatunya seperti para normal, tidak hanya itu saja guru pun dituntut untuk memiliki hati yang peduli akan keberadaan anak didiknya serta dapat bertindak maupun bersikap tegas apabila ada anak didiknya yang menyimpang dari aturan yang diberikan dari sekolah, guru dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik beserta orangtua siswa, dengan memberikan sanksi yang dapat diterapkan serta diterima oleh orang tua. Sehingga semua pihak merasa nyaman tidak ada istilah menang atau kalah yang ada penyelesaian dengan hati yang senang dan nyaman. Berbagai macam permasalahan guru yang berasal dari dirinya, lingkungannya, bahkan dari anak didiknya merupakan makanan sehari-hari bagi para guru. Dengan demikian guru pun memiliki strategi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
Guru tidak hanya memberikan ilmu namun juga dapat mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak didiknya. Nilai-nilai kehidupan hanya didapat pada pengalaman yang berasal dari siswa atau guru sendiri sehingga dapat dengan sigap mengambil sikap apa yang harus dilakukan, ketika siswa maupun guru mendapatkan situasi yang tidak menyenangkan dalam kehidupan, contoh ketika siswa datang terlambat yang mana guru tidak mengetahui apa yang terjadi kepada anak didiknya di jalan demikian pula dengan orangtua yang merasa anaknya pergi kesekolah dengan selamat ternyata mengalami kendala, hal yang dilakukan siswa adalah menelpon guru ataupun orangtua hal ini merupakan sikap menyesaikan permasalahan dengan cara sederhana dengan memberitahukan secara tidak langsung melalui hp sebagai alat komunikasi. Apabila siswa tersebut tidak melakukan hal yang sederhana yakni komunikasi, siswa tersebut pun mendapatkan hukuman dari pihak sekolah dan guru memberitahukan kepada orangtua yang akan berakibat konflik yang sederhana. Hal ini merupakan tantangan bagi guru dalam mendidik anak didiknya terutama anak yang memiliki permasalahan sosial, permasalahan keluarga., maupun permasalahan yang lain biasanya dihadapi oleh anak-anak remaja yang sedang mencari jati diri. Dengan keadaan demikian guru-guru hebat dapat menyelesaikan permasalah dengan berbagai cara yang mungkin saja hasil dari penelitian para ahli pendidikan atau informasi yang didapat melalui medsos ataupun pengalaman dari para bapak ibu guru hebat.

GURU ZAMAN NOW
Guru yang memiliki keinginan untuk mengembangkan diri menjadi yang terbaik. Perkembangan diri guru dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai macam diklat yang diadakan oleh dinas. Namun banyak sekali kendala yang dihadapi untuk pelaksanaannya, seperti jadwal yang bentrok dengan jadwal di sekolah, tidak diberikan izin dari kepala sekolah, tidak adanya undangan atau info yang diberikan baik dari dinas maupun dari kepala sekolah, yang akhirnya hanya segelintir guru saja yang mendapatkan undangan untuk dapat berpartisipasi dalam diklat yang diadakan.
Banyak tuntutan untuk guru lebih mengembangkan diri serta memiliki pengetahuan untuk kemajuan diri yang nantinya dapat ditularkan ke peserta didik, namun belum ada solusi yang diberikan.  Dengan kemajuan teknologi untuk jarak dan waktu pun dapat sebagai solusi akan situasi yang dihadapi oleh bapak ibu guru, yang menjadi pertanyaan saat sekarang ini apakah kita sudah siap untuk berjalan seiring dengan kemajuan teknologi? Apakah kita sudah mampu mengopersikan teknologi seperti komputer maupun hp? Apakah kita tahu program serta applikasi yang dapat dipergunakan untuk menunjang pembelajaran? Apakah komputer dan hp dapat meningkatkan kualitas diri? Tidak hanya itu saja untuk pertanyaan masih banyak lagi untuk pertanyaan tapi yang paling penting adalah apakah kita memiliki teknologi tersebut?
Berbagai macam cara untuk belajar serta berusaha menggali rasa ingin tahu akan pentingnya teknologi dalam dunia pendidikan merupakan guru yang telah mempersiapkan diri dalam menghadapi era industri 4.0, atau guru abad 21 yang memiliki kemampuan yang sangat global. Dengan kegiatan pembelajaran yang menggunakan daring(dalam jaringan) maka kita pun dapat lebih beradaptasi dengan menggunakan teknologi yakni belajar jarak jauh, untuk memampukan diri belajar secara mandiri dengan instruktur jarak jauh. Hal itu telah dilakukan oleh bapak ibu guru yang peduli akan kemajuan para peserta didiknya. Kegiatan diklat daring (dalam jaringan) pun telah dilirik untuk mempersingkat waktu, tempat serta biaya yang dikeluarkan.
Kegiatan diklat daring tersebut telah dilakukan oleh KEMENDIKBUD, PUSTEKOM, dan juga SEMEO, SEAMOLEC, yang merasa terpanggil untuk memajukkan bapak ibu guru supaya tidak gaptek (gagap teknologi) ataupun  kudet (kurang up to date). Banyak kegiatan yang diberikan namun masih sedikit peserta bapak ibu guru untuk mengikutinya, mungkin masih terkendala dalam pembagian waktu atau mungkin saja bingung untuk mempergunakan komputer atau bisa saja saat dibuka komputer langsung hang yang mengakibatkan kebingungan takut data yang dikomputer hilang atau saja tidak biasa untuk belajar secara madiri, salah satu alasan yang paling mendasar adalah komputernya takut rusak ya masalah yang sederhana namun berdampak sangat besar. Guru pun langsung bertindak bertanya kepada ahlinya karena guru tidak mau terkekang dengan keadaan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara belajar otodidak yang mungkin saja mendapatkan pencerahaan akan menggunakan teknologi.
Namun guru hanyalah manusia biasa yang memerlukan ruang untuk dapat mengekspresikan keinginan maupun tujuan dalam hidup ini. Banyak guru memiliki keinginan serta cita-cita yang tinggi, namun tidak semuanya dapat tercapai walau demikian guru pun berusaha untuk berkreasi dalam berbagai hal. Ya guru dituntut untuk lebih kreatif dalam berkarya namun dapat disayangkan ketika guru dapat berkreasi wadah untuk mengembangkan pun tidak dimiliki atau mungkin minim dengan informasi yang akhirnya menjadi mandek atau bahkan nyaris tak berkarya bukan karena guru malas melainkan karena tidak ada wadah untuk mengembangkan diri untuk menjadi yang terbaik, atau informasi yang seakan-akan hanya beberapa pihak saja yang mendapatkannya, sehingga tidak menjadi efektif karena hanya segelintir guru yang mendapatkan info. 
Lain halnya dengan guru abad 21, yang dituntut untuk dapat mengembangkan diri serta akrab dengan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi bukan merupakan musuh bagi guru namun merupakan sahabat bagi guru untuk dapat lebih maju dalam berkreasi, sehingga dapat mengakses semua informasi terkini dalam dunia pendidikan dan kemajuan teknologi yang setiap menitnya lahir atau keluaran terbaru yang mungkin saja kita tidak dapat membelinya karena baru diproduksi secara lokal belum menyeluruh atau masal.
Dalam rangka menyambut era industri 4.0, semua manusia berpacu dalam waktu serta teknologi yang mempermudah kehidupan manusia dalam berkarya atau pun menghasilkan daya cipta yang luar biasa. Di negara-negara maju mereka berusaha mengembangkan teknologi untuk menciptakan robot yang nantinya akan mempermudah pekerjaan manusia. Sehingga sumber daya manusia tidak dibutuhkan lagi melainkan memperdayakan mesin untuk dapat bekerja menjadi manusia dengan kata lain mahkluk mati yang dapat melayani manusia dengan kendali yang manusia berikan. Namun tidak semuanya bisa diambil oleh robot karena manusia perlu dilayani dengan cinta kasih ya tentu saja ada sentuhan manusia, robot merupakan ciptaan manusia mungkin saja untuk rasa memiliki, rasa sayang, rasa empati, rasa ingin tahu tidak dimiliki robot.
Dengan keadaan tersebut guru berpacu untuk dapat mempelajari teknologi supaya tidak dianggap gaptek (gagap teknologi) atau kudet (kurang up date) sehingga tidak tahu perkembangan anak didik yang telah menguasai teknologi bahkan bisa mengakses berbagai macam informasi yang dibutuhkan. Berbagai macam pelatihan pun diikuti oleh para guru untuk mengembangkan diri baik dalam bidang pengetahuan maupun ke bidang teknologi. Pelatihan yang diikuti pun berbeda-beda yang sesuai dengan kemampuan serta bidang yang diampu. Pelatihan maupun diklat yang diberikan biasanya dilakukan oleh para pemangku kepentingan ataupun yang merasa terpanggil dalam perkembangan akan kemajuan pendidikan. Adapun dinas yang terkait seperti PUSTEKOM, SEAMEO, SEAMOLEC dibawah naungan KEMENDIKBUD.
Pembelajaran abad 21 merupakan hal yang terbaru bagi tiap sekolah yang ada di Indonesia. Namun untuk menghadapi abad tersebut, saat ini guru sudah diperkenalkan dengan pembelajaran abad 21 dalam menyambut era industri 4.0. Seiring berjalannya waktu, pemangku kebijakan dalam bidang pendidikan telah berusaha membuat program yang sangat menantang yakni Virtual Coordinator yang dilaksanakan secara bertahap dari awal Januari 2019 telah melakukan kegiatan batch 2 lalu dilanjut ke batch 3 dan batch 4 pada saat ini akan berlangsung ke batch 5.
Pendaftaran dilakukan secara on line. Penyebaran flayer dilakukan kurang lebih 2 minggu sebelum kegiatan sehingga pendaftaran agak singkat namun semangat para peserta sangat menggebugebu dalam pendaftaran. Pada batch 2 lulusan untuk menjadi instruktur hanya 23 orang saja. Setelah kegiatan batch 2 dibuka kembali untuk pendaftaran pada batch 3. Pada batch 3 peserta kurang lebih ada 6500 seluruh Indonesia. Terbagi berbagai macam wilayah, untuk DKI Jakarta yang mendaftar ada 780 orang peserta. Terbagi dalam beberapa kelompok di DKI jakarta yakni VC 35, VC 36, VC 46. Demikian juga dengan batch 4 berikutnya dilakukan pendaftaran dan terbagi dalam beberapa kelompok kerja dalam kegiatan tersebut dengan VCI  84 Jakarta 1 sampai dengan 7. Begitu sangat antusiasnya para peserta untuk mengikuti kegiatan VCI. Sekarang telah dibuka untuk kegiatan VCI batch 5 dari tanggal 11 Juli sampai dengan 20 Juli 2019 untuk menjadi instruktur lalu pendaftaran untuk para peserta 11 Juli sampai dengan 30 Juli 2019. Saat ini belum diketahui berapa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut karena belum ada penutupan.
Banyak sekali yang mendaftar untuk bergabung dalam kegiatan tersebut. Mereka memiliki tujuan akan  mendapatkan ilmu yang terbaru, yang menurut mereka dapat menunjang pembelajaran dalam bidangnya masing-masing yang akan didukung dengan applikasi teknologi yang dimiliki. Namun sayang tidak banyak yang lulus, ada beberapa kendala yang dihadapi para peserta, antara lain kewajibannya yang mengajar, sehingga bingung untuk berbagi waktu pelaksanaan. ada juga kendala lainnya. Antara lain banyak kendala yang mengakibatkan peserta tidak turut serta dalam kegiatan mungkin saja tidak berani untuk tampil dalam menjelaskan materi atau mungkin saja mereka tidak tahu manfaat yang akan didapatkan atau bahkan yang paling parah adalah kegiatan yang terpaksa berdasarkan surat tugas yang diberikan, peserta juga ada yang mengeluh karena masih gaptek, kendala ada keluaraga yang meninggal atau bahkan peserta sendiri yang merasa kurang sehat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ada lagi alasan yang sangat biasa dan selalu sering dilontarkan yakni kendala sinyal serta hp atau laptop yang penuh memorinya. Alasan yang sangat kelasik namun kita sebagai instruktur tidak dapat berbuat apa-apa namun kami berusaha dengan memberikan motivasi kepada peserta.
Semua kendala dapat diatasi seperti waktu tampil. Di dalam flayer ada sesi 1 sampai dengan sesi 9 dari jam 8.30 sampai dengan 22.30 WIB. Namun tetap tak bergeming ada saja alasan berikutnya yakni laptop serta hp nya yang tidak mendukung dalam kegiatan tersebut. Sehingga harus ganti baru sementara uang belum ada untuk menukarnya. Yach klo sudah demikian kami sebagai instruktur tidak dapat berbuat apa-apa. Ada beberapa kendala yang tidak dapat diatasi seperti hilangnya sinyal yang tidak terdeteksi pada hp maupun laptop.
Setiap peserta menyelesaikan tugas 2 x presenter 2x host dan 2x moderator. tugas tersebut harus dituntaskan diakhir kegiatan nanti akan diberikan sertifikat sebesar 39 Jam. Ketika peserta bertugas menjadi presenter dia harus menyiapkan materi yang akan disampaikan serta siap dalam menjawab beberapa pertanyaan dari para peserta lainnya. Ketika menjadi host peserta menyiapkan biodata para presenter dan juga moderator untuk disampaikan. Host sebagai tuan rumah di kegiatan tersebut dan kendali dalam seluruh kegiatan apabila host keluar dari kegiatan maka kita akan berakhir tampilan tersebut.
Virtual Coordinator Training Indonesia telah melakukan gebrakan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh SEAMOLEC sebagai panitia kegiatan yang akan merekrut para peserta pelatihan pada batch 1. Setelah itu dibuka kembali pendaftaran batch 2 dan berikutnya batch 3. Setelah melakukan rekrutmen para peserta dari batch 1, 2, 3, akan menjadi instruktur di batch 4. Batch 4 akan dimulai pendaftarannya pada tanggal 2-5 Mei 2019.Virtual Coordinator Training Indonesia sudah melaksanakan kegiatan pelatihan sebanyak 3kali ini pada saat ini pembukaan batch yang ke 4. Dalam pelatihan ini kita dapat melakukan beberapa tugas yang diberikan antara lain, 2x menjadi presenter, 2x menjadi host, 2x menjadi moderator. setelah melaksanakan tugas tersebut diakhir pelatihan kita akan mendapatkan serifikat sebagai peserta Virtual Coordinator Training.
Para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut adalah para bapak ibu guru hebat, instansi pemerintah, serta para penggiat dalam bidang IT, yang merasa terpanggil dan terbeban berat dalam memajukkan kegiatan pendidikan terutama dalam menggunakan teknologi untuk menjawab tantangan industri 4.0. Sehingga tujuan pembelajaran secara Nasional tercapai yaitu sesuai dengan pembukaan UUD 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kegiatan VCTI ini merupakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan WEBEX sebagai alat komunikasi serta visual dalam kegiatan pembelajaran. Dikegiatan ini para peserta harus melakukan secara online dalam pembuatan flayer sebagai promosi kegiatan yang akan dilaksanakan, serta membuatkan daftar hadir pada peserta yang aktif atau telah mengikuti pembelajaran secara vicon dengan menggunakan WEBEX, tidak hanya itu saja melainkan para peserta harus mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk video yang direkam dengan menggunakan applikasi yang ada di web, kegiatan tersebut akan dipublikasikan melalui youtube. Itulah salah satu upaya Pemerintah menuju SDM Indonesia Unggul dan pemerataan layanan pendidikan.