GURU ABAD 21
MANUSIA
SEBAGAI GURU KEHIDUPAN
Manusia merupakan guru
bagi dirinya sendiri, adakalanya manusia tersebut tidak menyadari mungkin karena
kurang peduli atau bahkan tidak mau tahu, yang penting tahu walaupun tidak tahu
dan tidak ingin mau tahu. Hal yang rumit untuk memahami filsafat bahasa yang
kadang-kadang nyeleneh. Dengan demikian kita pun harus belajar untuk memahami
supaya kita akan menjadi bijak. Orang yang bijak merupakan guru dalam
peradaban. Peradaban yang membawa kepada pembaharuan yang luar biasa akan
perkembangan nalar dalam bertindak untuk mengambil keputusan, serta bertingkah
laku yang baik secara norma yang berlaku di masyarakat, dan juga berbudaya
dalam menciptakan suatu karya yang dapat diterima secara menyeluruh. Sehingga
terciptanya harmoni kehidupan yang selaras serta berdampak bagi kemajuan
peradaban manusia.
Kemajuan peradaban
manusia dapat dibuktikan dengan adanya perubahan tiap tahun dalam setiap
bidang, terutama dalam bidang pendidikan. Dengan berkembangnya pengetahuan,
serta teknologi seakan menuntut tiap makhluk hidup untuk tetap dalam lajur yang
baik, maka tidak akan tertinggal akan kemajuan jaman seiring perubahan waktu
yang terus berlari mencari jati diri. Namun apabila tertinggal berusaha untuk
mencari informasi maupun sumber yang dapat dipercaya dengan banyak bertanya
serta meluangkan waktu untuk membaca. Bukan hanya itu saja, guru yang memiliki
berbagai macam pengalaman maupun berbagai macam arang melingtang yang telah
dihadapinya, memiliki istilah yang paling terkenal adalah pengalaman merupakan
guru yang terbaik.
Setiap manusia memiliki
pengalaman yang sangat luar biasa sebagai guru dalam kehidupan nyata dan tentu
saja pengalaman yang berbeda-beda dengan waktu yang berbeda, tempat yang
berbeda, lingkungan yang berbeda, orang yang berbeda. Dengan perbedaan kejadian
maka penyelesaiaan pun yang sangat berbeda. Ada yang sulit ada pula yang sedang
bahkan ada pula yang mudah untuk ditangani atau diatasi berdasarkan analisa
secara pribadi. Penyelesaiannya pun ada yang tergantung terus menerus secara luntang
lantang tanpa ada penyelesaian, adapula yang butuh pengulangan bahkan tanpa
perlu adanya pertimbangan langsung kepada duduk perkara penyelesaian. Konon
penyelesaian masalah akan memiliki ungkapan yang sering terucap menang atau
kalah, terbaik atau menjadi pecundang dalam hidup.
Kejadian maupun
peristiwa menang atau kalah merupakan bukti bahwa orang tersebut telah
mengalami asam garamnya kehidupan. Dengan demikian mereka tertempa/
terbentuknya karakter yang kuat dalam menghadapi masalah serta tantangan dalam
kehidupan. Karakter yang sangat mendasar yakni tidak pernah putus asa dalam
menghadapi masalah yang dapat diselesaikan dengan pikiran yang dingin serta
tetap bertahan sampai titik darah penghabisan atau sampai akhir hayat walaupun
hati tetap panas membara. Tidak semuanya memiliki karakter tersebut. Kadang
kala ada yang memiliki karakter yang condong berfikir menghadapi hidup seperti
air mengalir sampai kehulu yang artinya pasrah dalam kehidupan. Pemikiran
dengan gaya tersebut merupakan orang yang pasrah dalam bertindak bahkan bingung
menghadapi kehidupan tanpa memiliki perencanaan yang mungkin saja keberhasilannya
cukup kecil atau bahkan gagal yang berakibat fatal yakni apapun yang terjadi
terjadilah tanpa memiliki solusi atau jalan keluar dalam pengambilan keputusan.
Kita dapat menyadari
bahwa setiap perkara yang terjadi baik yang dibuat sendiri dengan kata lain
cari penyakit, maupun perkara yang diakibatkan dari pihak ketiga, harus
memiliki penyelesaian yang kedua belah pihak merasa diuntungkan. Memang sangat
sulit untuk mengambil keputusan namun harus disadari bahwa penyelesaian yang
cepat akurat dan tepat pada sasaran membutuhkan proses yang berlangsung setiap
harinya yang akan berdampak kecerdasan dalam bertindak.
GURU
YANG DITIRU DAN DIGUGU
Istilah guru selalu
digaungkan, dielukkan, disanjung adakalanya dicemoh. Ketika guru mengalami hal yang
dapat menjadi suri teladan bagi lingkungannya maka guru pun mendapat julukan
guru yang peduli dengan lingkungan serta masyarakat luas, tidak hanya itu saja
kesan yang diberikan pun sebagai nilai tambah dalam bersosialisasi dengan
peserta didik maupun lingkungan sekitarnya yang akan merasa nyaman ketika
berbagi cerita dan permasalahan yang dihadapi siswa menjadi dekat dan mau
membuka hatinya serta dapat menerima saran maupun kritik yang akan disampaikan.
Maka guru tersebut selalu akan mendapat pujian serta sanjungan yang cukup
menyenangkan hati guru, dengan kategori guru yang baik yang memberikan nilai
agak royal tidak pelit, guru yang peduli, guru favorite, guru yang mengerti
anak zaman now. Adakalanya gaya guru atau sikap guru yang demikian dapat dipermainkan
atau dikadalin atau kategori guru yang dapat dikerjain dengan istilah kasar
dapat dibodohi oleh siswa namun terjadi pembiaran dari guru tersebut sehingga
tidak ada tindakan tegas. Dengan demikian apakah hal itu merupakan kategori
sosok yang baik?. Baik bagi siswa namun tidak baik bagi perkembangan sikap yang
berakibat memiliki karakter yang lemah dan pasrah, serta menumbuhkan rasa ego
yang makin kuat.
Lain halnya dengan gaya
guru yang tegas, disiplin, dan sering menegor apabila siswa tidak patuh dalam
peraturan sekolah kadangkala memiliki
julukan guru yang killer atau bahkan guru yang menyeramkan yang membuat anak
takut untuk belajar, tidak nyaman, tidak menyenangkan, tidak asik, padahal gaya
guru yang seperti itu merupakan guru yang tidak termasuk hitungan yang disukai
walaupun cara mengajar serta penyampaian guru yang amat sangat mudah dimengerti,
namun karena tidak suka menjadi sulit untuk dipahami. Dan ini merupakan suatu
masalah yang dibuat sendiri dari siswa dalam dirinya bukan orang lain sehingga
kita sebagai guru atau orang yang lebih dewasa harus dapat memahaminya. Dengan
keadaan yang demikian sering guru mendapatkan cemohan. Ternyata guru itu pun
juga masih manusia yang memiliki kesalahan serta kekhilafan dalam berbuat dan
bertindak yang berakibat fatal sehingga sering mendapat hujatan serta cemoh
dari lingkungan. Kita jangan cepat langsung memberikan label atau pun kesan
yang tidak menyenangkan karena guru memiliki keluarga dengan berbagai macam
permasalahan dari masalah tidak memiliki rumah sendiri, suami yang tidak
peduli, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun merupakan masalah yang amat
sangat mendasar. Apapun masalahnya, dengan berbagai macam latar belakang guru
tetap dapat memperbaiki diri menjadi lebih baik.
GURU
PENGGERAK
Guru pun dituntut
menjadi penggerak motivasi siswa dalam mengukir masa depannya. Dengan demikian
guru memberikan konsep pemikiran serta penalaran yang akan disampaikan kepada
peserta didik, baik di dalam ruang kelas maupun pada saat upacara. Tidak hanya
itu saja melainkan guru pun harus kreatif dalam menyajikan materi yang dapat
dengan mudah diserap serta di aplikasikan dalam kehidupan para peserta didik
yang masih condong asik dalam bermain dengan menggunakan hp sebagai media
permainan atau asik dengan dunianya sendiri. Dengan demikian guru merasa
tersaingi dengan kemajuan teknologi tersebut. Oleh sebab itu guru pun memiliki
strategi untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa dengan bersahabat
ataupun memampukan diri dalam mempergunakan
hp sebagai media pembelajaran yang tentu saja sangat menarik dan menyenangkan,
antara lain dengan Kahoot sebagai kuis yang menambah ilmu dalam permainan,
dengan hp pula dapat mencari hal yang baru sehingga penggunaan pencarian materi
yang cepat dengan menggunakan teknologi sebagai alat bukan menjadi musuh dalam
selimut.
Guru pun harus memiliki
inovasi dalam mengajar yang tentu saja bersaing dengan kemajuan zaman dan
teknologi dalam meningkatkan pengetahuan serta mendalami pengalaman dalam
mendidik anak-anak generasi penerus bangsa. Inovasi yang dilakukan dengan
memperbaiki diri dalam mengajar maupun sistem atau metode dalam pengajaran yang
secara konteksual menjadi pengajaran yang ter up to date dengan menggunakan
alat teknologi yang mendukung kegiatan dalam belajar mengajar.
Guru identik dengan
seorang pendidik, yang memiliki wawasan yang luas, bahkan mengetahui segala
sesuatunya seperti para normal, tidak hanya itu saja guru pun dituntut untuk
memiliki hati yang peduli akan keberadaan anak didiknya serta dapat bertindak
maupun bersikap tegas apabila ada anak didiknya yang menyimpang dari aturan
yang diberikan dari sekolah, guru dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik
beserta orangtua siswa, dengan memberikan sanksi yang dapat diterapkan serta
diterima oleh orang tua. Sehingga semua pihak merasa nyaman tidak ada istilah
menang atau kalah yang ada penyelesaian dengan hati yang senang dan nyaman.
Berbagai macam permasalahan guru yang berasal dari dirinya, lingkungannya,
bahkan dari anak didiknya merupakan makanan sehari-hari bagi para guru. Dengan
demikian guru pun memiliki strategi dalam menyelesaikan masalah yang
dihadapinya.
Guru tidak hanya
memberikan ilmu namun juga dapat mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak
didiknya. Nilai-nilai kehidupan hanya didapat pada pengalaman yang berasal dari
siswa atau guru sendiri sehingga dapat dengan sigap mengambil sikap apa yang
harus dilakukan, ketika siswa maupun guru mendapatkan situasi yang tidak
menyenangkan dalam kehidupan, contoh ketika siswa datang terlambat yang mana
guru tidak mengetahui apa yang terjadi kepada anak didiknya di jalan demikian
pula dengan orangtua yang merasa anaknya pergi kesekolah dengan selamat
ternyata mengalami kendala, hal yang dilakukan siswa adalah menelpon guru
ataupun orangtua hal ini merupakan sikap menyesaikan permasalahan dengan cara
sederhana dengan memberitahukan secara tidak langsung melalui hp sebagai alat
komunikasi. Apabila siswa tersebut tidak melakukan hal yang sederhana yakni
komunikasi, siswa tersebut pun mendapatkan hukuman dari pihak sekolah dan guru
memberitahukan kepada orangtua yang akan berakibat konflik yang sederhana. Hal
ini merupakan tantangan bagi guru dalam mendidik anak didiknya terutama anak
yang memiliki permasalahan sosial, permasalahan keluarga., maupun permasalahan
yang lain biasanya dihadapi oleh anak-anak remaja yang sedang mencari jati
diri. Dengan keadaan demikian guru-guru hebat dapat menyelesaikan permasalah
dengan berbagai cara yang mungkin saja hasil dari penelitian para ahli
pendidikan atau informasi yang didapat melalui medsos ataupun pengalaman dari
para bapak ibu guru hebat.
GURU
ZAMAN NOW
Guru yang memiliki
keinginan untuk mengembangkan diri menjadi yang terbaik. Perkembangan diri guru
dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai macam diklat yang diadakan oleh dinas.
Namun banyak sekali kendala yang dihadapi untuk pelaksanaannya, seperti jadwal
yang bentrok dengan jadwal di sekolah, tidak diberikan izin dari kepala
sekolah, tidak adanya undangan atau info yang diberikan baik dari dinas maupun
dari kepala sekolah, yang akhirnya hanya segelintir guru saja yang mendapatkan
undangan untuk dapat berpartisipasi dalam diklat yang diadakan.
Banyak tuntutan untuk
guru lebih mengembangkan diri serta memiliki pengetahuan untuk kemajuan diri
yang nantinya dapat ditularkan ke peserta didik, namun belum ada solusi yang
diberikan. Dengan kemajuan teknologi
untuk jarak dan waktu pun dapat sebagai solusi akan situasi yang dihadapi oleh
bapak ibu guru, yang menjadi pertanyaan saat sekarang ini apakah kita sudah
siap untuk berjalan seiring dengan kemajuan teknologi? Apakah kita sudah mampu
mengopersikan teknologi seperti komputer maupun hp? Apakah kita tahu program
serta applikasi yang dapat dipergunakan untuk menunjang pembelajaran? Apakah komputer
dan hp dapat meningkatkan kualitas diri? Tidak hanya itu saja untuk pertanyaan
masih banyak lagi untuk pertanyaan tapi yang paling penting adalah apakah kita
memiliki teknologi tersebut?
Berbagai macam cara untuk
belajar serta berusaha menggali rasa ingin tahu akan pentingnya teknologi dalam
dunia pendidikan merupakan guru yang telah mempersiapkan diri dalam menghadapi
era industri 4.0, atau guru abad 21 yang memiliki kemampuan yang sangat global.
Dengan kegiatan pembelajaran yang menggunakan daring(dalam jaringan) maka kita
pun dapat lebih beradaptasi dengan menggunakan teknologi yakni belajar jarak
jauh, untuk memampukan diri belajar secara mandiri dengan instruktur jarak
jauh. Hal itu telah dilakukan oleh bapak ibu guru yang peduli akan kemajuan
para peserta didiknya. Kegiatan diklat daring (dalam jaringan) pun telah
dilirik untuk mempersingkat waktu, tempat serta biaya yang dikeluarkan.
Kegiatan diklat daring
tersebut telah dilakukan oleh KEMENDIKBUD, PUSTEKOM, dan juga SEMEO, SEAMOLEC,
yang merasa terpanggil untuk memajukkan bapak ibu guru supaya tidak gaptek
(gagap teknologi) ataupun kudet (kurang
up to date). Banyak kegiatan yang diberikan namun masih sedikit peserta bapak
ibu guru untuk mengikutinya, mungkin masih terkendala dalam pembagian waktu
atau mungkin saja bingung untuk mempergunakan komputer atau bisa saja saat
dibuka komputer langsung hang yang mengakibatkan kebingungan takut data yang
dikomputer hilang atau saja tidak biasa untuk belajar secara madiri, salah satu
alasan yang paling mendasar adalah komputernya takut rusak ya masalah yang
sederhana namun berdampak sangat besar. Guru pun langsung bertindak bertanya
kepada ahlinya karena guru tidak mau terkekang dengan keadaan yang sebenarnya
bisa diselesaikan dengan cara belajar otodidak yang mungkin saja mendapatkan
pencerahaan akan menggunakan teknologi.
Namun guru hanyalah
manusia biasa yang memerlukan ruang untuk dapat mengekspresikan keinginan
maupun tujuan dalam hidup ini. Banyak guru memiliki keinginan serta cita-cita
yang tinggi, namun tidak semuanya dapat tercapai walau demikian guru pun
berusaha untuk berkreasi dalam berbagai hal. Ya guru dituntut untuk lebih
kreatif dalam berkarya namun dapat disayangkan ketika guru dapat berkreasi
wadah untuk mengembangkan pun tidak dimiliki atau mungkin minim dengan
informasi yang akhirnya menjadi mandek atau bahkan nyaris tak berkarya bukan
karena guru malas melainkan karena tidak ada wadah untuk mengembangkan diri
untuk menjadi yang terbaik, atau informasi yang seakan-akan hanya beberapa
pihak saja yang mendapatkannya, sehingga tidak menjadi efektif karena hanya
segelintir guru yang mendapatkan info.
Lain halnya dengan guru
abad 21, yang dituntut untuk dapat mengembangkan diri serta akrab dengan kemajuan
teknologi. Kemajuan teknologi bukan merupakan musuh bagi guru namun merupakan
sahabat bagi guru untuk dapat lebih maju dalam berkreasi, sehingga dapat
mengakses semua informasi terkini dalam dunia pendidikan dan kemajuan teknologi
yang setiap menitnya lahir atau keluaran terbaru yang mungkin saja kita tidak
dapat membelinya karena baru diproduksi secara lokal belum menyeluruh atau
masal.
Dalam rangka menyambut
era industri 4.0, semua manusia berpacu dalam waktu serta teknologi yang
mempermudah kehidupan manusia dalam berkarya atau pun menghasilkan daya cipta
yang luar biasa. Di negara-negara maju mereka berusaha mengembangkan teknologi
untuk menciptakan robot yang nantinya akan mempermudah pekerjaan manusia.
Sehingga sumber daya manusia tidak dibutuhkan lagi melainkan memperdayakan
mesin untuk dapat bekerja menjadi manusia dengan kata lain mahkluk mati yang
dapat melayani manusia dengan kendali yang manusia berikan. Namun tidak
semuanya bisa diambil oleh robot karena manusia perlu dilayani dengan cinta
kasih ya tentu saja ada sentuhan manusia, robot merupakan ciptaan manusia
mungkin saja untuk rasa memiliki, rasa sayang, rasa empati, rasa ingin tahu
tidak dimiliki robot.
Dengan keadaan tersebut
guru berpacu untuk dapat mempelajari teknologi supaya tidak dianggap gaptek
(gagap teknologi) atau kudet (kurang up date) sehingga tidak tahu perkembangan
anak didik yang telah menguasai teknologi bahkan bisa mengakses berbagai macam
informasi yang dibutuhkan. Berbagai macam pelatihan pun diikuti oleh para guru
untuk mengembangkan diri baik dalam bidang pengetahuan maupun ke bidang
teknologi. Pelatihan yang diikuti pun berbeda-beda yang sesuai dengan kemampuan
serta bidang yang diampu. Pelatihan maupun diklat yang diberikan biasanya
dilakukan oleh para pemangku kepentingan ataupun yang merasa terpanggil dalam
perkembangan akan kemajuan pendidikan. Adapun dinas yang terkait seperti
PUSTEKOM, SEAMEO, SEAMOLEC dibawah naungan KEMENDIKBUD.
Pembelajaran abad 21
merupakan hal yang terbaru bagi tiap sekolah yang ada di Indonesia. Namun untuk
menghadapi abad tersebut, saat ini guru sudah diperkenalkan dengan pembelajaran
abad 21 dalam menyambut era industri 4.0. Seiring berjalannya waktu, pemangku
kebijakan dalam bidang pendidikan telah berusaha membuat program yang sangat
menantang yakni Virtual Coordinator yang dilaksanakan secara bertahap dari awal
Januari 2019 telah melakukan kegiatan batch 2 lalu dilanjut ke batch 3 dan
batch 4 pada saat ini akan berlangsung ke batch 5.
Pendaftaran dilakukan
secara on line. Penyebaran flayer dilakukan kurang lebih 2 minggu sebelum
kegiatan sehingga pendaftaran agak singkat namun semangat para peserta sangat
menggebugebu dalam pendaftaran. Pada batch 2 lulusan untuk menjadi instruktur
hanya 23 orang saja. Setelah kegiatan batch 2 dibuka kembali untuk pendaftaran
pada batch 3. Pada batch 3 peserta kurang lebih ada 6500 seluruh Indonesia.
Terbagi berbagai macam wilayah, untuk DKI Jakarta yang mendaftar ada 780 orang
peserta. Terbagi dalam beberapa kelompok di DKI jakarta yakni VC 35, VC 36, VC
46. Demikian juga dengan batch 4 berikutnya dilakukan pendaftaran dan terbagi
dalam beberapa kelompok kerja dalam kegiatan tersebut dengan VCI 84 Jakarta 1 sampai dengan 7. Begitu sangat
antusiasnya para peserta untuk mengikuti kegiatan VCI. Sekarang telah dibuka
untuk kegiatan VCI batch 5 dari tanggal 11 Juli sampai dengan 20 Juli 2019
untuk menjadi instruktur lalu pendaftaran untuk para peserta 11 Juli sampai
dengan 30 Juli 2019. Saat ini belum diketahui berapa jumlah peserta yang
mengikuti kegiatan tersebut karena belum ada penutupan.
Banyak sekali yang
mendaftar untuk bergabung dalam kegiatan tersebut. Mereka memiliki tujuan
akan mendapatkan ilmu yang terbaru, yang
menurut mereka dapat menunjang pembelajaran dalam bidangnya masing-masing yang
akan didukung dengan applikasi teknologi yang dimiliki. Namun sayang tidak
banyak yang lulus, ada beberapa kendala yang dihadapi para peserta, antara lain
kewajibannya yang mengajar, sehingga bingung untuk berbagi waktu pelaksanaan.
ada juga kendala lainnya. Antara lain banyak kendala yang mengakibatkan peserta
tidak turut serta dalam kegiatan mungkin saja tidak berani untuk tampil dalam
menjelaskan materi atau mungkin saja mereka tidak tahu manfaat yang akan
didapatkan atau bahkan yang paling parah adalah kegiatan yang terpaksa
berdasarkan surat tugas yang diberikan, peserta juga ada yang mengeluh karena
masih gaptek, kendala ada keluaraga yang meninggal atau bahkan peserta sendiri
yang merasa kurang sehat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ada lagi alasan
yang sangat biasa dan selalu sering dilontarkan yakni kendala sinyal serta hp
atau laptop yang penuh memorinya. Alasan yang sangat kelasik namun kita sebagai
instruktur tidak dapat berbuat apa-apa namun kami berusaha dengan memberikan
motivasi kepada peserta.
Semua kendala dapat
diatasi seperti waktu tampil. Di dalam flayer ada sesi 1 sampai dengan sesi 9
dari jam 8.30 sampai dengan 22.30 WIB. Namun tetap tak bergeming ada saja
alasan berikutnya yakni laptop serta hp nya yang tidak mendukung dalam kegiatan
tersebut. Sehingga harus ganti baru sementara uang belum ada untuk menukarnya.
Yach klo sudah demikian kami sebagai instruktur tidak dapat berbuat apa-apa.
Ada beberapa kendala yang tidak dapat diatasi seperti hilangnya sinyal yang
tidak terdeteksi pada hp maupun laptop.
Setiap peserta
menyelesaikan tugas 2 x presenter 2x host dan 2x moderator. tugas tersebut
harus dituntaskan diakhir kegiatan nanti akan diberikan sertifikat sebesar 39
Jam. Ketika peserta bertugas menjadi presenter dia harus menyiapkan materi yang
akan disampaikan serta siap dalam menjawab beberapa pertanyaan dari para
peserta lainnya. Ketika menjadi host peserta menyiapkan biodata para presenter
dan juga moderator untuk disampaikan. Host sebagai tuan rumah di kegiatan
tersebut dan kendali dalam seluruh kegiatan apabila host keluar dari kegiatan
maka kita akan berakhir tampilan tersebut.
Virtual Coordinator
Training Indonesia telah melakukan gebrakan dalam sistem pendidikan di
Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh SEAMOLEC sebagai panitia
kegiatan yang akan merekrut para peserta pelatihan pada batch 1. Setelah itu
dibuka kembali pendaftaran batch 2 dan berikutnya batch 3. Setelah melakukan
rekrutmen para peserta dari batch 1, 2, 3, akan menjadi instruktur di batch 4.
Batch 4 akan dimulai pendaftarannya pada tanggal 2-5 Mei 2019.Virtual
Coordinator Training Indonesia sudah melaksanakan kegiatan pelatihan sebanyak
3kali ini pada saat ini pembukaan batch yang ke 4. Dalam pelatihan ini kita
dapat melakukan beberapa tugas yang diberikan antara lain, 2x menjadi
presenter, 2x menjadi host, 2x menjadi moderator. setelah melaksanakan tugas
tersebut diakhir pelatihan kita akan mendapatkan serifikat sebagai peserta
Virtual Coordinator Training.
Para peserta yang
mengikuti pelatihan tersebut adalah para bapak ibu guru hebat, instansi
pemerintah, serta para penggiat dalam bidang IT, yang merasa terpanggil dan
terbeban berat dalam memajukkan kegiatan pendidikan terutama dalam menggunakan
teknologi untuk menjawab tantangan industri 4.0. Sehingga tujuan pembelajaran
secara Nasional tercapai yaitu sesuai dengan pembukaan UUD 1945, mencerdaskan
kehidupan bangsa.
Kegiatan VCTI ini
merupakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan WEBEX sebagai alat
komunikasi serta visual dalam kegiatan pembelajaran. Dikegiatan ini para
peserta harus melakukan secara online dalam pembuatan flayer sebagai promosi
kegiatan yang akan dilaksanakan, serta membuatkan daftar hadir pada peserta
yang aktif atau telah mengikuti pembelajaran secara vicon dengan menggunakan WEBEX,
tidak hanya itu saja melainkan para peserta harus mendokumentasikan kegiatan
dalam bentuk video yang direkam dengan menggunakan applikasi yang ada di web,
kegiatan tersebut akan dipublikasikan melalui youtube. Itulah salah satu upaya
Pemerintah menuju SDM Indonesia Unggul dan pemerataan layanan pendidikan.
No comments:
Post a Comment