Thursday, January 30, 2020
HADIAH HUJAN BERKAT
Hadiah merupakan pemberian seseorang kepada temannya, orangtuanya, kekasihnya, handai taulannya. Kita biasanya memberikan hadiah kepada seseorang yang pada saat tertentu merupakan hari bahagianya akan kelulusannya, akan hari pertamanya menikah, masuk kuliah, mendapatkan pekerjaan, mendapatkan anak, atau kejadian tertentu yang dianggap khusus. Setiap orang akan merasa senang ketika dia mendapatkan hadiah. Hadiah yang diberikan bisa berupa kado bisa juga berupa doa dan juga ucapan selamat. Sering yang kita terima berupa kado. Ya kado pemberian yang sangat istimewa bagi yang menerima tanpa melihat harganya, namun ketulusan hati yang menerimanya. Ada juga yang berupa doa akan rezeki yang berlimpah, serta kesehatan dan kesuksesan.
Hari pertama ditahun baru pada tanggal 1 Januari 2020, hujan berkat melimpah di Jakarta. Di awal tahun merupakan semangat untuk mengisi tahun menjadi lebih baik. Hujan lebat sepanjang malam sejak tanggal 31 Desember 2019. Walaupun hujan biasanya tidak akan banjir. Namun pada tahun 2020 merupakan awal pertama kami mendapatkan tamu yang tak diundang. Tamu kami ini banyak sekali sehingga tetangga pun ikut kebagian.
Perumahan kami telah tergenang air. Genangan tersebut yakni banjir. Banjir yang disebabkan kelalaian manusia yang tidak memelihara lingkungannya, yang tidak menjaga lingkungannya. Kami pun sadar selama ini kami hanya menyerahkannya ke pegawai kebersihan. Kenapa kami melakukan hal yang tidak peduli? Ya karena kami membayarnya sehingga kami pun tidak mau tahu akan hal kesulitan yang diderita oleh pegawai kebersihan di lingkungan kami.
Disatu sisi kami mengalami kebanjiran disisi lain kami pun mendapatkan berkat yang tak terduga maupun yang terduga. Berkat yang melimpah dalam kesusahan yakni diberikan panjang umur, diberikan kesehatan, diberikan keluarga yang aman, diberikan orangtua yang sangat sayang kepada anak-anaknya dan sebaliknya, diberikan waktu untuk memperbaiki sikap, diberikan waktu untuk tetap berkarya. Ya waktu yang terus bergulir tanpa ampun dan tak pernah terulang kembali. Oleh sebab itu waktu yang sangat berharga untuk menikmati hidup. Kadangkala hidup pun tidak sesuai dengan keinginan hati. Tiap harinya ada perubahan dan ada pengalaman baru disetiap harinya. Biarlah hari-hari yang kami lalui membuat kami menjadi bijak dalam mengarungi kehidupan. Ketika kita mengarungi kehidupan, ada pengalaman yang menyenangkan ada pula yang tak menyenangkan. Pengalaman yang menyenangkan merupakan suatu hadiah yang tak terduga supaya kita tetap bersyukur. Lain halnya dengan pengalaman yang tak menyenangkan merupakan pelajaran bagi kita untuk lebih bijak lagi.
Saat banjir datang dan memasuki rumah ada pengalaman yang mungkin saja tak terlupakan. Pengalaman kami antara lain berjibaku untuk merapikan semua peralatan yang ada di rumah. Kami pun menaikkan kulkas ke meja makan supaya mesin kulkas tersebut tidak rusak terendam air banjir. Tidak hanya itu saja beberapa barang elektronik lainnya pun kami amankan ketempat yang lebih tinggi. Semuanya itu sangat melelahkan. Sebelum air bertambah tinggi kami pun telah menyelamatkan dokumen-dokumen penting, seperti raport, buku, ijazah dan sertifikat rumah. Kami lakukan dengan sigap, cepat dan hati-hati. Kami lakukan sebelum PLN mematikan semua gardunya untuk keselamatan warga. Air pun semakin nmeninggi menggenangi rumah kami. Kamipun naik kelantai atas yang lebih tinngi, untuk menghindari banjir.
Ketika kami ada dilantai atas…..ternyata bocor. Lengkap sudah penderitaan kami di awal tahun. Tapi itu semua merupakan berkat hujan yang melipah. Kenapa saya katakana demikian?? Banyak sekali manusia yang terlalu berkeluh kesah akan keadaan dirinya tanpa melihat betapa banyak berkat yang begitu melimpah. Mungkin saja kita tak dapat untuk menghitung berkat yang setiap harinya kita terima.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment